Something StupiD
Pernah ada cerita ini, once upon a time..
Kesepakatan untuk memilih suatu jalan, entah itu belok atau lurus, adalah tanggung jawab berdua. Waktu itu semua seolah ditanggung berdua. Antara pihak pertama yang setia bergumam di sini dan pihak kedua di sana yang di masa lalu pernah akrab dan di masa kini menjadi bahan pembelajaran untuk masa depan. Saat itu, kedua pihak sepakat memilih jalan belok yang dianggap menantang dan penuh pengharapan.
Sampai akhirnya, terhenti karena pihak pertama memilih untuk memutus harapan karena tidak yakin akan sampai ke ujung jalan yang telah dipilih bersama. Dilematis. Ketika keyakinan dihadapkan dengan pengharapan. Some people said, it was such a wishful thinking. Apalagi dua pihak tidak mampu lagi saling berpegangan dan saling menguatkan. Sebaliknya, ketika jalan semakin berliku, gelap, banyak onak dan rintangan, kekuatan jiwa raga terasa semakin rapuh.
Pilihan pun dijatuhkan. Ketika menemui jalan bercabang. Kebingungan pun menghadang, belok kiri, belok kanan, atau jalan lurus. Walaupun tanpa percekcokan, namun emosi dan perasaan terperas karena kehilangan pegangan. Sungguh suatu perjuangan yang melelahkan ketika menyadari tempat yang dituju ternyata berbeda dan baru menyadarinya di tengah bahtera.
Saat itu menyayangi seakan menyayangkan. Ternyata, semua itu adalah pembelajaran. Kedua pihak saling bermaafan. Walaupun sampai kini seolah tak lagi pernah berkenalan. Namun kenangan itu, sekarang hanya ‘untuk dikenang’ dan sebagai pembelajaran.
Pihak kedua gemar bersenandung “ Don’t Wanna Lose You Now” seraya berjanji “This I Promise You” sambil meyakinkan bahwa “Nothing Gonna Change My Love For You”. Dam biasanya, semua ditutup dengan lagu “Untuk Dikenang”. Sedangkan pihak pertama lebih suka berdendang lagu ‘Something Stupid’
Afterall, afterward,
“..and then I go and spoiled it all by saying something stupid like I Love You (too)!!” Then, I do something stupid (again) to write something stupid (again) to make the meaning come true. Haha
. Stupid.
Terimakasih telah berbagi dan memberi, mengajarkan sesuatu yang belum dimengerti dan sudi mengisi hati yang tak lelah bermimpi.
Ehmm, agak segan juga menulis blog dengan tema ini. Apalagi prolognya, terkesan sangat melankolis dramatis, tipekal romansa cinta dan liku-likunya yang kadang membikin nelangsa dan kehilangan logika. Tetapi begitulah cinta, deritanya memang tiada akhir. . Lohh.
Kesegananku karena memang tak biasa. Karena, kebiasaan memberikan keringanan dan pembebasan dalam mengekspresikan rasa. Dan, aku tertahan keseganan karena kebiasaan yang aku pilih dengan tujuan pembebasan berjangka panjang di depan.
music of my heart:ON
i loved kla project songs
i loved this song
.negeri di awan.

di bayang wajahmu
kutemukan kasih dan hidup
yang lama lelah aku cari
di masa lalu
kau datang padaku
kau tawarkan hati nan lugu
selalu mencoba mengerti
hasrat dalam diri
kau mainkan untukku
sebuah lagu
tentang negeri di awan
dimana kedamaian menjadi istananya
dan kini tengah kau bawa
aku menuju kesana
ternyata hatimu
penuh dengan bahasa kasih
yang terungkapkan dengan pasti
dalam suka dan sedih



