ketika ‘ku malu pada hari itu
Ya Rabb, apa arti desiran ini?
Halus tapi sangat dahsyat menggetarkan syaraf inderawi
Aku malu, tertunduk dan tersipu
Entah, aku tak berani menatap
Aku pelan-pelan berucap
Dan, aku akan bersabar,
Menghindari yang subhat, meyakini yang halal
Jika malu adalah sebagian dari iman
Aku memilki sebagian iman kala itu
Dan kuberdoa selalu,
sebab dalam inginku kau melengkapinya sehingga yang sebagian menjadi utuh
yang menyempurnakan separuh dari agamaku, agamamu.
The Craft of Creativity
I found this chain of words on the store of mine, namely “the Craft of Creativity”. I wrote these poems on the year 2008.
Zig Zag
Antara zig dan zag Menurun dan naik Satu yang sangat sulit Garis kaku tak lengkung oleh waktu Walau terbujur layu Aku tetep merayu Pada waktu yang diam tertahan Suara bisikan meradang Perih, tertahan, kutahan, Kaku,,baku,,tak akan layu Hatiku membatu,, Air yang tak ada mengikis Begitulah aku, bagai batu Bicara pada waktu Bagai zig zag Kutarik garis lurus ke atas,ke bawah Sesuai alur,, Aku akan bertahan Alur, pola, kaku, tak lengkung oleh waktu
Manusia adalah Serigala
Manusia adalah serigala.. Diam-diam mengamati.. Mendekati, pelan-pelan Setiap mangsa yang mengiurkan Manusia adalah serigala Tak pandang siang ataupun malam Inderanya waspada Menangkap sinyal-sinyal marabahaya Namanya juga kelaparan Tak peduli kawan atau lawan Digilas bak santapan Yang terasa nyaman di kerongkongan Manusia terus mengaum Jiwanya resah oleh waktu Kematian akan sebegitu menakutkan Apalagi ketika malam datang
Kepada Orang Tua
Kepadamu semua citaku Kusandarkan demi sebuah senyuman Kuharap kau bangga Dan bisa lega Anakmu berdoa Semoga engkau selalu bahagia
Tuhan, Aku Malu
Aku tahu Kau mengamatiku kala itu Tapi aku mengacuhkan-Mu Aku asyik dengan waktu dan belaian rayu Sungguh nafsu membelenggu.. Kini hanya mengharap ampunan, Dan hidayah-Mu…
Peluh..
Kukayuh pedal semangat Cepat, cepat, darurat Aku hampir sekarat Nafasku tinggal seperempat Terengah-engah.. Aku melaju dalam derai peluh Hingga akhirnya kuterjatuh Dalam telaga jernih yang uuuhhh,, Segarnya…
Limbung
Limbung dalam impian
Linglung karena harapan
Badai godaan tertahan
Tsunami menenggelamkan siang
Malam-malam dalam genggaman
Lampu hati tak cukup menerangi
Tangisan kekecewaan di pagi hari
Meneriakkan kegetiran alam
Diri yang mengharapkan bulan
Di sore yang benderang
Tak akan terkejar
Kemujuran dalam sekam
Terus berlari menjauhi
Kebahagiaan bagi mereka yang tak merugi
Pada Sebuah Nama
Tanpa suara aku bergumam mesra. Pada angin yang berhembus kutitipkan salamku. Dalam diam seribu bahasa aku memaknai kalbu. Nama itu selalu. Nama itu menggangguku, dan terus menderu. Dan kepada rasa kubungkamkan asa itu. Pada senja menjelang malam, aku bersaksi. Tidak ada janji dan tak akan ada yang mengingkari. Terlalu dini untuk mengakui, ada satu hati yang menanti. Kuraba hatimu dengan hati-hati, tak kudapatkan yang kumau. Bagai menjangkarkan ragu dalam rasio dan waktu. Jalan-jalan menjemput kenangan. Pada masa yang lalu aku terharu. Pada lembutnya laku dan sorot mata yang sayu. Terpaku terpalu dalam hadir yang menghanyutkan. Membagi mimpi yang sempat terucapkan. Dalam nada dan doa ada segan yang memisahkan. Enggan dalam menguraikan pengharapan. Terbentengi kalut dan kabut yang mengelilingi pemandangan. Pandangan sekitar yang semakin membiaskan. Kedekatan yang justru menjauhkan.
awal agustus aku menulis
awal agustus ini aku menulis
tentang sebuah mimpi yang berhasil dirilis
tentang sebuah harapan yang mencoba ditegakkan
tentang persahabatan, masa depan,
dan ketulusan yang menjadi nilai berharga dari setiap kenangan
ada perasaan yang hilang
dan semilir perasaan lain tiba-tiba datang
berhembus halus menembus kapiler kalbu
tatkala satu demi satu membeku
ada bongkah kecemasan lain yang kini mengalir, mencair
terimakasih pada setiap kasih
yang memberi dan mengasihi
yang tulus pada mata
yang peka pada telinga
yang setia pada suara hati
yang terbungkam tirani ego diri
diriku sendiri
..i miss my adventure times..

i woke up early on the morning
as i opened my eyes, i feel the heat of sunrise
all of sudden, summer breeze whispered softly to my ear
“it’s summer time..it’s adventuring time..”
this season of the year
perfect moment to adventure myself
treasure mylife with powerful spirit
i miss those times
adventure set my soul to reheal
refill with the sense of insigtful inspirations
relax with the excitement of freedom
freedom to value the existence
i missed to treasure an adventure
i wanted to dedicate my self-expression through appreciation
to the wonderful nature and beautiful creation
one friend called it as a spiritual adventure
walking to no direction
getting lose somewhere no where i never knew
what a weird that i loved to
i also called an adventure
i missed this season of adventure
but i have no time to rest
but i can make it mine
sometime.somehow.
i need to save a little time
to have a small adventure of mine
walking to new places
i will call it my adventure in limited time
=jogja;060709;9.30a.m.=
weekend and poem
unpredictably surprissing week. many things happens, comes, and goes. not knowing the reason yet. but i do really believe that it’s part of destiny. this week, i had faced dilemma. and i had to pick one option. it’s hard. every options has its own consequences. cost and benefit consideration is not enough to decide which the right one to pick. but on the end, i had to sacrifice the other thing. ehmm, life is always on the matter of choice. and there must be something to sacrifice.
this weekend, i read a book and found an interesting poem about “LOVE”. and i just loved it.
-
God..
when i find joy in a friend
remind me that there would be an end
so i stay with the One who has no end
God…
when i am hungry for someone love
find me the one who longs for Endless love
so my longing to You is growing strong
God…
if i should fall in love with someone
find me the one who loves You, the One
so i am getting stronger in loving You, the Only One
God…
when i am falling in love
keep the love
not to exceed my love to You
God..
when i say “i love you”
make me do it to whose heart get captivated in You
so i never fall in love aside from the name of You
as what wise people say…
to love someone is nothing
to be loved by someone is something
to be loved by someone you love is exciting
but to be loved by The Lover is everything
(by Wiwit-September 2003 from the book “Tafakur; Gado-Gado Simpang Lima” Muhammad Agung Wibowo)
Andai..
entah..
titik temu itu selalu tumpul..
semakin menyayang semakin kita menyayangkan
bagai dua garis paralel
bayang masa depan semakin menjauhkan
ayal tuk menyatukan tujuan
sayang tak cukup meyakinkan
semakin ke depan rasa sayang akan dipertaruhkan
semakin yakin pula tak bisa lagi dipertahankan
andai kau cukup dewasa mengerti
andai aku cukup bijak memahami
tatkala sorot matamu berpesan “kita akan memperjuangkan”
berjuang harus dengan kekuatan
namun kerapuhan mulai mengikis perasaan
kekuatan tinggallah harapan
dan harapan tinggallah kenangan
andai aku masih belum yakin saat ini
mungkin bersabar adalah jawaban
yang masih kuyakini hingga saat ini
“semua akan indah pada waktunya”
Tanpa suara aku bergumam mesra. Pada angin yang berhembus kutitipkan salamku. Dalam diam seribu bahasa aku memaknai kalbu. Nama itu selalu. Nama itu menggangguku, dan terus menderu. Dan kepada rasa kubungkamkan asa itu. Pada senja menjelang malam, aku bersaksi. Tidak ada janji dan tak akan ada yang mengingkari. Terlalu dini untuk mengakui, ada satu hati yang menanti. Kuraba hatimu dengan hati-hati, tak kudapatkan yang kumau. Bagai menjangkarkan ragu dalam rasio dan waktu. Jalan-jalan menjemput kenangan. Pada masa yang lalu aku terharu. Pada lembutnya laku dan sorot mata yang sayu. Terpaku terpalu dalam hadir yang menghanyutkan. Membagi mimpi yang sempat terucapkan. Dalam nada dan doa ada segan yang memisahkan. Enggan dalam menguraikan pengharapan. Terbentengi kalut dan kabut yang mengelilingi pemandangan. Pandangan sekitar yang semakin membiaskan. Kedekatan yang justru menjauhkan.